KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari melalui Unit Layanan Akademik resmi meluncurkan Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Pengabdian Masyarakat Terintegrasi tahun akademik 2026 pada Rabu, 10 April 2026. Program yang dirancang sebagai wujud komitmen perguruan tinggi dalam memberikan dampak nyata bagi pembangunan masyarakat lokal ini ditargetkan melibatkan lebih dari 500 mahasiswa dari berbagai fakultas.
Acara peluncuran yang diselenggarakan di Aula Besar Rektorat Universitas Muhammadiyah Kendari menghadirkan pejabat akademik, dosen pembimbing lapangan, serta mahasiswa yang akan terjun langsung ke berbagai desa di Sulawesi Tenggara. Kehadiran perwakilan dari pemerintah daerah dan mitra kerjasama eksternal menunjukkan antusiasme ekosistem pendidikan tinggi di Kendari terhadap inisiatif tersebut.
Menurut informasi yang dikumpulkan, Program KKN Terintegrasi 2026 akan dilaksanakan selama dua bulan, yaitu dari Mei hingga Juni 2026, dengan menempatkan mahasiswa di 45 desa yang tersebar di lima kabupaten di Sulawesi Tenggara. Setiap kelompok KKN akan terdiri dari 10-15 mahasiswa yang berasal dari disiplin ilmu berbeda, sehingga memungkinkan pendekatan multidisiplin dalam mengatasi berbagai persoalan sosial masyarakat.
Latar Belakang Program
Program pengabdian masyarakat dan KKN merupakan salah satu tri dharma perguruan tinggi yang menjadi kewajiban setiap universitas di Indonesia. Bagi Universitas Muhammadiyah Kendari, program ini tidak hanya sekadar formalitas akademik, melainkan manifestasi nyata dari visi institusi untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan berkelanjutan wilayah Sulawesi Tenggara.
Unit Layanan Akademik, sebagai lembaga yang mengkoordinasikan berbagai program akademik dan pengabdian masyarakat, telah merancang kurikulum KKN yang lebih responsif terhadap kebutuhan lokal. Orientasi program bergeser dari pendekatan top-down menjadi pendekatan partisipatif yang melibatkan masyarakat dalam setiap tahap perencanaan dan pelaksanaan.
“Kami melihat bahwa masyarakat memiliki kapasitas dan potensi yang perlu digali bersama-sama. KKN bukan hanya tentang mahasiswa memberikan pelajaran, tetapi tentang bagaimana mahasiswa belajar dari kebijaksanaan lokal dan pengalaman masyarakat setempat,” ujar Dr. Hamid Samiun, M.Si., Kepala Unit Layanan Akademik Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam acara peluncuran program tersebut.
Menurut Dr. Samiun, program yang telah dipersiapkan sejak enam bulan sebelumnya ini merupakan hasil kolaborasi intensif antara berbagai departemen akademik dengan dinas pemerintah daerah dan lembaga masyarakat sipil lokal. Proses identifikasi kebutuhan desa dilakukan melalui survei lapangan yang melibatkan fasilitator lokal dan tokoh masyarakat.
Fokus dan Bidang Program
Program KKN Terintegrasi 2026 difokuskan pada empat pilar utama yang relevan dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat Sulawesi Tenggara. Pertama adalah pendidikan dan literasi, dengan penekanan pada pemberdayaan kelompok anak-anak dan remaja di desa-desa terpencil melalui program bimbingan belajar dan pelatihan keterampilan digital.
Kedua, program kesehatan masyarakat yang mencakup edukasi gizi, kesadaran kesehatan lingkungan, dan pelatihan pertolongan pertama. Mahasiswa dari Fakultas Kesehatan akan berperan langsung dalam pendampingan posyandu dan forum kesehatan desa.
Ketiga, pemberdayaan ekonomi lokal melalui pengembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM), pertanian berkelanjutan, dan manajemen keuangan mikro. Setiap kelompok KKN akan bekerja dengan kelompok usaha atau petani lokal untuk meningkatkan kualitas produk dan akses pasar.
Keempat adalah pelestarian lingkungan dan adaptasi perubahan iklim. Mahasiswa akan melibatkan masyarakat dalam program penanaman pohon, pengelolaan sampah, dan konservasi sumber air bersih.
“Keempat pilar ini bukan hanya ide akademis, tetapi lahir dari dialog nyata dengan masyarakat. Ketika kami bertanya kepada para pemimpin desa tentang apa yang mereka butuhkan paling urgent, jawaban mereka konsisten menunjuk kepada empat area tersebut,” jelas Prof. Dr. Ruslan Abdullah, M.Eng., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam kesempatan yang sama.
Prof. Ruslan menambahkan bahwa universitas telah menyiapkan alokasi dana sebesar 2,5 miliar rupiah untuk mendukung pelaksanaan KKN tahun ini. Dana tersebut tidak hanya digunakan untuk operasional lapangan, melainkan juga untuk pengadaan peralatan, bahan pembelajaran, dan insentif untuk dosen pembimbing serta mahasiswa yang akan tinggal di desa.
Metodologi dan Pendampingan
Setiap kelompok KKN akan didampingi oleh minimal dua orang dosen pembimbing lapangan yang memiliki pengalaman dan keahlian relevan. Dosen pembimbing tidak hanya bertugas mengawasi, melainkan juga memfasilitasi refleksi kritis dan pembelajaran berkelanjutan selama mahasiswa berada di lapangan.
Unit Layanan Akademik telah melatih 90 orang dosen pembimbing lapangan melalui serangkaian workshop dan seminar yang dilaksanakan sejak Januari 2026. Pelatihan mencakup metodologi pendekatan partisipatif, manajemen kelompok, monitoring dan evaluasi, serta isu-isu sensitif seperti gender, budaya lokal, dan hak asasi manusia.
Selain itu, setiap mahasiswa peserta KKN akan mengikuti orientasi pra-lapangan selama dua minggu. Orientasi ini dirancang untuk membangun kesadaran, keterampilan, dan kesiapan mental mahasiswa menghadapi kompleksitas kehidupan masyarakat desa. Materi orientasi mencakup pengenalan budaya lokal, bahasa daerah, metodologi riset partisipatif, dan keterampilan hidup sederhana.
“Mahasiswa kami banyak yang berasal dari perkotaan dan belum pernah tinggal di desa. Kami ingin memastikan bahwa mereka tidak datang dengan sikap paternalistik atau merasa superior terhadap masyarakat setempat. Sebaliknya, mereka harus datang dengan humble, siap belajar, dan menghormati kearifan lokal,” tutur Dra. Siti Nurhaliza, M.Pd., Koordinator Pengabdian Masyarakat Unit Layanan Akademik, dalam penjelasan lebih detail tentang program orientasi.
Kolaborasi dan Dukungan Stakeholder
Keberhasilan Program KKN Terintegrasi 2026 sangat bergantung pada dukungan berbagai pihak. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara telah menunjukkan komitmen dengan mengeluarkan surat dukungan resmi dan menyediakan data mengenai desa-desa prioritas pemberdayaan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sulawesi Tenggara, H. Anwar Syaiful, S.E., M.Si., menghadiri peluncuran program dan memberikan sambutan positif. “Universitas Muhammadiyah Kendari adalah mitra strategis kami dalam upaya pemberdayaan masyarakat. Program KKN ini sangat kami tunggu-tunggu karena akan memberikan dampak langsung bagi peningkatan kapasitas masyarakat di tingkat grassroot,” ujar Anwar Syaiful.
Selain dukungan pemerintah, universitas juga telah menjalin kerjasama dengan lembaga non-pemerintah internasional yang concern terhadap pembangunan berkelanjutan. Lembaga tersebut akan memberikan dukungan teknis dan referensi terbaik praktik dalam hal pemberdayaan masyarakat.
Target Dampak dan Indikator Keberhasilan
Program KKN Terintegrasi 2026 menetapkan target dampak yang terukur dan realistis. Di bidang pendidikan, target yang ingin dicapai adalah meningkatkan rata-rata nilai membaca dan numerasi anak-anak di desa target sebesar 15 persen dalam dua bulan. Untuk mencapai ini, mahasiswa akan menyelenggarakan program mentoring kelompok dan kelas tambahan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak.
Di bidang kesehatan, target mencakup meningkatkan cakupan pemeriksaan kesehatan anak balita hingga 80 persen, meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang gizi seimbang minimal 60 persen, dan membentuk forum kesehatan desa yang aktif dan berkelanjutan.
Untuk pemberdayaan ekonomi, Program KKN akan mendampingi minimal 50 kelompok usaha atau petani di setiap desa dengan target peningkatan pendapatan rata-rata 20 persen. Selain itu, akan dibentuk koperasi simpan pinjam atau lembaga keuangan mikro lokal yang mampu mengakses produk keuangan digital.
Di bidang lingkungan, target meliputi penanaman 10 ribu pohon di 45 desa, pembentukan 45 kelompok pengelola sampah, dan perbaikan 100 unit sistem air bersih di rumah-rumah masyarakat.
Setiap target ini akan dimonitor secara berkala melalui metrik yang telah disiapkan. Unit Layanan Akademik juga akan melakukan evaluasi menyeluruh setelah program berakhir untuk mengidentifikasi pembelajaran dan perbaikan untuk pelaksanaan KKN tahun-tahun mendatang.
Harapan dan Visi Jangka Panjang
Lebih lanjut, Prof. Ruslan menyatakan bahwa program KKN Terintegrasi ini adalah bagian dari visi jangka panjang Universitas Muhammadiyah Kendari untuk menjadi universitas yang memberikan kontribusi signifikan bagi pembangunan berkelanjutan Sulawesi Tenggara.
“Kami tidak ingin mahasiswa kami hanya belajar teori di dalam kampus, tetapi juga memahami realitas kompleks masyarakat dan mengembangkan empati serta tanggung jawab sosial yang kuat. Dengan demikian, ketika mereka lulus dan bekerja, mereka akan menjadi profesional yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki komitmen terhadap kemajuan bersama,” papar rektor tersebut.
Unit Layanan Akademik juga berencana untuk mendokumentasikan setiap kegiatan KKN melalui fotografi, video, dan penulisan studi kasus. Dokumentasi ini akan menjadi bahan pembelajaran untuk generasi mahasiswa berikutnya dan juga sarana untuk menyebarkan praktik-praktik baik yang telah terbukti efektif.
Penutup
Peluncuran Program KKN Terintegrasi 2026 oleh Unit Layanan Akademik Universitas Muhammadiyah Kendari menandai komitmen kuat institusi dalam menerjemahkan tri dharma perguruan tinggi menjadi aksi nyata. Dengan melibatkan 500 mahasiswa, 90 dosen pembimbing, dan 45 desa, program ini diharapkan menciptakan perubahan sosial positif yang berkelanjutan.
Meskipun tantangan tentu akan dihadapi di lapangan, persiapan matang dan dukungan multistakeholder memberikan dasar yang kuat untuk keberhasilan program. Ke depan, Universitas Muhammadiyah Kendari berharap bahwa Program KKN Terintegrasi 2026 dapat menjadi model pembelajaran untuk perguruan tinggi lain dan sekaligus menjadi katalis pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan di Sulawesi Tenggara.
—
Berita ini didasarkan pada informasi dari acara peluncuran Program KKN Terintegrasi 2026 Universitas Muhammadiyah Kendari yang diselenggarakan pada 10 April 2026.